Menanam Cinta Menuai Syurga

Written By zuhri zze on Sabtu, 08 Juni 2013 | 11.28

" Hai hamba-hambaKu, tiada kekuatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. ( Yaitu ) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan istri-istri kamu di gembirakan " ( AQ-Surat Az-Zukhruf : 67 – 70 )

Membaca ayat-ayat di atas, terbesit kerinduan akan surga dan perjumpaan dengan-Nya. Surga merupakan sesuatu yang telah di janjikan Allah kepada umat-Nya, yang kenikmatan di dalamnya belum pernah terdengar, terlihat, maupun terfikirkan oleh manusia. Apalagi dapat berada di surga bersama orang-orang yang kita cintai karena Allah tentu saja.

Menurut Dr Scott Peck dalam The Roadless Travelled, cinta adalah suatu tekad untuk mengembangkan diri dengan mengembangkan rohani sendiri dan atau orang lain. Jadi cinta di sini – apalagi cinta karena Allah- Bukan sesuatu yang egois atau maunya menang sendiri, tetapi tersimpan suatu konsekuensi untuk memberdayakan orang-orang yang kita cintai.

Kemuliaan yang akan di berikan kepad aorang yang saling mencintai karena Allah , antara Lain :

1.Di angkat Derajatnya.

“ Sesungguhnya Allah Ta'ala memiliki hamba-hamba yang di sediakan bagi mereka mimbar-mimbar pada hari kiamat untuk mereka duduki, Merka adalah suatu kaum yang pakaiannya bercahaya dan wajahnya bercahaya pula, merka bukan nabi dan bukan pula pahlawan syahid. “ Para sahabat bertanya : “ Siapakah merka itu, ya Rasulullah ? “ Nabi bersabda : “ Merka adalah orang-orang yang saling menziarahi pada jalan allah dan orang-orang yang saling bergaul sesasmanya pada jalan Allah. “ ( HR Thabrani dalam Al-Ausath).

2.Merupakan Amal yang paling di sukai Allah.

“ Allah Taala telah mewahyukan kepasa Nabi Musa as. Firman-Nya : “ Hai Musa, sudahkan kamu berbuat amal apapun untuk-Ku ? “ Jawab Musa : “ Tuhanku, aku telah bersembahyang untuk-Mu dan telah berpuasa untuk-Mu dan telah bersedekah untuk-Mu, dan telah mengingat Engkau.” Maka Alalh Taala berfirman: “ Hai Musa, sesungguhnya shalat aalah suatu bukti kebenaran bagimu, dan puasa adalah perisai bagimu, dan sedekah adalah sebuah naungan bagimu dan mengingat ( Dzikir ) adalah cahaya bagimu. Maka amal apakah yang telah kamu perbuat untukKu ? “ Musa berkata : “ Tunjukkan lah kepada hamba suatu perbuatan yang adalah un perbuatan yang adalah untukMu”. Allah Berfirman : “ Hai Musa, sudahkah kau berteman dengan seorang teman Pun kaeran aku dan sudahkan kamu memusuhi seoarn g musuhpun karena aku ? “ ( Al hadits ).

3.Mendapat Naungan pada hari kiamat.

“ Sesungguhnya Allah Berfirman pada hari kiamat : “ Manakah orang-orang yang saling mencintai pada jalan-KU. Maka demi kemuliaan-KU dan keagungan-Ku. “. ( Al hadits ).

4.Mendapat pahala yang besar.

“ Barang siapa yang berziarah pada saudaranya yagn muslim maka dari setiap langkahnya akan mendapatkan pahala memerdekaan seorang budak wanita dan di gugurkan seribu kesalahan daripadanya sehingga dia pulang. Lalu di tuliskan baginya seribu kebaikan dan di angkatkan baginya suatu cahaya seperti cahaya 'arasy di sisi Tuhannya ( hadits Al harits bin Abu Usamah ).


5.Di masukkan dalam Ahli surga dan di sediakan tempat yang khusus

“ Tidakkah aku beritahukan kepadamu sekalian orang-orang di antara kamu yang termasuk penghuni surga ? “ Kami berkata : “ Tentu ya Rasul Allah. “ Sabda Nabi SAW : “ Nabi itu dalam surga, orang-orang yan gberiman (shiddiq) itu d dalam surga dan orang-orang yang mati syahidu itu d dalam surga dan orang yang berziarah kepada saudaranya yang musli yang tinddal di suatu sudut kota , yang ziarahnya itu hanya karena Allah, adalah di dalam surga. “ ( HR Abu Na'im Al Hafizh )/
“ Sesungguhnya di dalam surga ada beberapa ruangan yang luarnya dapat di lihat dari dalamnya dan sebaliknya. Allah telah menyediakannya bagi orang-orang yang saling mencintai, salin gberziarah, dan saling berkorban pada jalan-Nya. ( HR Thabrani).


6.Di cintai Oleh Allah S.W. T

“ Seorang laki-laki telah berziarah kepada saudaranya karena allah. Maka Allah mengirim seorang malaikat mencegatnya pada pintu masuik. Kata malaikat itu : “ hendak kemanakah anda?” Jawab laki-laki itu :” Saya ayang ke si Fulan.” Tanya malaikat : “ Apakah kareran anda familinya ? “ Jawab laki-laki itu : “ Tidak. , Tanya malaikat :” Jadi kenapa anda berziarah kepadanya?”. Jawab laki-laki itu :” Saya mencintai dia karena Allah. “ Maka kata malaikat itu :” Sesungguhnya aku adalah utusan Allah dan sesungguhnya Dia mencintai kamu dan juga dia ( oran gyang kamu ziarahi). ( Di riwayatkan dari Abu Hurairah). Sunguh besar sekali kemuliaan yang di janjikan kepada orang yang saling mencinta karena Allah, Saling berkunjung ( Berziarah ) karena Allah dan saling berkorban untuk yang di cintai di jalan Allah.
Seorang mukmin seharusnya memiliki kawan-kawan yang di cintai karena Allah Ta'ala . Menampakkan perilaku mereka yang bercinta, saling mendekat, bermufakat, membangun ukhuwah diniyah dan istiqomah di jalan-Nya. Berat memang, tapi masih MUNGKIN.



Dan di antara manussia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain allah;mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. ( QS. Al-Baqarah (2):165).zz

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik