Hikmah Merenungi Penciptaan Matahari

Written By zuhri zze on Jumat, 07 September 2012 | 21.09


Allah menciptakan matahari dengan sempurna. Hikamah peredaran matahari adalah untuk menggerakkan silih bergantinya antara malam dan siang di bumi. Seandainya tidak ada pergantian malam dan siang, maka peraturan agama akan manjadi kacau (karena pelaksanaanya berkaitan dengan waktu). Dunia gelap, hidup manusia menjadi susah, karena tidak bisa merasakan kenikmatan dan manfa’at cahaya. Mata tidak bisa berguna (tidak bisa melihat), dan warna pun tidak nampak. Demikianlah hikamah dibalik terbenamnya matahari.
Selanjutnya jika seandainya matahari tidak tenggelam atau terbenam, maka tidak ada saat bagi makhluk untuk beristirahat dan mencerna makanan yang didapatkan di siang hari, baik itu manusia maupun binatang, bahkan tumbuh-tumbuhan sekalipun.
Keberadaan matahari secara terus menerus akan membuat bumi menjadi panas serta terbakarnya binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Dengan terbitnya matahari pada waktu tertentu, dan terbenamnya pada waktu tertentu pula, maka kebutuhan penerangan dan panas dapat dimanfa’atkan api. Penggunaan air sesuai dengan kepentingan dapat menyelamatkan makhluk yang lain dari rasa panas dan terbakar.
Pergantian antara terang dan gelap secara rutin pada waktunya sangat berguna bagi penduduk bumi dan kelangsungan alam. Maju mundurnya waktu terbit dan terbenamnya matahari menyebabkan pargantian musim bagi tanaman dan binatang. Proses pergantian siang dan malam yang bertumpu pada matahari berjalan dengan taqdir penciptaan-Nya. Jika tidak ada terbit dan terbenam tentu tidak ada perbedaan antara malam dan siang, serta tidak bisa mengetahui waktu. Kalau saja gelap selamanya makan seluruh makhluk akan binasa begitu juga sebaliknya.

Allah sebagai Pencipta telah mengatur kecondongan matahari yang berbeda sisinya antar musim kemarau dan musim hujan. Pada musim kemarau posisi matahari tegak lurus ditengah-tangah langit sehingga sinarnya menjadi sangat panas, sedangkan pada musim hujan posisi matahari turun dari tengah langit (dan jauh dari bumi) sehingga sinarnya tidak terlalu panas.
Dari musim di atas terjadi musim yang menjadi penyeimbang. Musim penyeimbang ini berpengaruh sekali terhadap berkembang biakya makhluk hidup di bumi.
Ada empat musim dalam setahun yang mengandung kemaslahatan sebagaimana yang tercantum di bawah ini:
Pertama,pada musim penghujan asimilasi (pembakaran) yang terjadi di pohon dan tumbuh-tumbuhan kembali pada diri tumbuhan itu sendiri. Sehingga menjadikan semi dan muncul bakal buah. Tensi udara yang naik menyebabkan mendung dan hujan, serta menguatkan tubuh binatang dan watak perilakunya.
Kedua,pada musim semi, biji-bijian yang dihasilkan pada musim hujan bersemi menjadi tanaman, pohon-pohonan berbunga dan binatang-binatang akan kawin dan beranak.
Ketiga,pada kemarau saat udara berubah menjadi panas, buah-buahan menginjak matang, rontok dan permukaan bumi menjadi panas. Musim ini sangat baik untuk bekerja.
Keempat,pada musim akhir kemarau udara menjadi bersih, penyakit hilang dan waktu malam lebih panjang dibanding musim-musim lainnya. Musim ini sangat cocok untuk bercocok tanam.
Semua musim tersebut berganti secara bertahap dan sesuai kadarnya, pergantian ini merupakan akibat dari pergeseran bintang-bintang yang bertumpu pada matahari. Perputaran inilah yang menjadi perhitungan tahun di seluruh dunia.






0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik