Paradigma Figur Remaja

Written By zuhri zze on Jumat, 07 September 2012 | 21.16

Masa remaja merupakan masa transisi dan pencarian jati diri, biasanya para remaja selalu mencari figur yang pantas untuk dijadikan idola dalam hidupnya. Akan tetapi sungguh disayangkan remaja sekarang ini dalam mencari jati diri sangat memprihatinkan karena mereka selalu hantui dengan kesalahan. Mereka justru mengidolakan seseorang selain Rasulullah s.a.w., seperti yang kita saksikan di era globalisasi ini para remaja kebanyakan mengidolakan artis dan bintang film yang perilakunya tidak menunjukkan dan tidak sesuai dengan norma-norma Islam.
Jika demikian itu semakin marak, maka sudah tidak bisa dipungkiri lagi jika para remaja banyak meneladani segala bentuk perilaku dan kebiasaan idola yang menjadi panutannya tanpa melakukan suatu pertimbangan antara baik dan buruk. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, para generasi muslim pun tidak luput dari budaya-budaya yang demikian itu sehingga mereka merasa malu untuk menunjukkan identitas keislamannya.
Sungguh menghawatirkan jika kita melihat para generasi Islam yang selalu terjebak para arus budaya yang menyimpang dari ajaran agama Islam itu sendiri. Sebagaiman terbukti dalam hadits Rasulullah yang berbunyi:
“Kamu sekalian akan berbuat sebagaimana umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, setapak demi setapak dan selangkah demi selangkah. Sehingga bila salah seorang di antara memasuki lubang biawak, niscaya kamu akan memasukinya”.(HR: Bukhari dan Muslim).
Pada hakikatnya agama Islam yang kita anut sekarang ini tidak melarang umatnya untuk mencontoh idola yang menjadi  panutannya, karena itu adalah fitrah manusia, akan tetapi perlu ditekankan mengenai syarat idola yang menjadi panutannya, harus bisa membawa kepada jalan atau teladan yang positif sebagaimana Rasulullah s.a.w. Nabi Muhammad s.a.w., sudah tidak bisa diragukan lagi untuk dijadikan figur atau idola dalam kehidupan karena beliau terkenal sebagai sosok seorang figur atau idola yang sempurna di antara figur atau idola yang lain, sebagaimana dijelaskan dalam Al-qur’an surah Al-Ahzab ayat 21:
“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Qs: Al-Ahzab: 21).
            Pada dasarnya remaja saat ini meneladani Rasulullah, namun mereka justru menganggap meneladani Rasulullah adalah termasuk sesuatu yang asing sekali dan bahkan boleh dikatakan oleh orang sekarang “ketinggalan zaman”. Akan tetapi walaupun demikian Islam tidak langsung membenci remaja yang salah dalam mencari idola yang akan dijadikan panutan dalam hidupnya. Besar kemungkinan mereka belum mengerti dengan tujuan dalam mengidolakan sesorang, mereka belum mengerti hal apa yang harus diambil dari idola panutannya.
            Islam hanya menyeru kepada kedua orang tua sebagai pendidik yang utama untuk mengarahkan anak-anaknya dengan baik supaya tidak terpengaruh dengan budaya-budaya yang menyimpang dari ajaran agama Islam, karena dengan kasih sayang orang tua dan nasehat orang tua yang baik akan bisa meluluhkan hati seorang anak yang selalu melakukan kesalahan dan tindakan-tidakan yang kotor sehingga kembali ke jalan yang benar.






0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik