Khawarij dan Murji'ah

Written By zuhri zze on Kamis, 28 Juni 2012 | 09.49



A.    KHAWARIJ
1.      Latar Belakang Kemunculan
Khawarij merupakan aliran / kelompok pengikut Ali bin Abi Thalib yang keluar meninggalkan barisan karena ketidaksepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima arbitrase (tahkim) dalam Perang Shiffin dengan kelompok Bughat (pemberontak) Muawiyah bin Abi Sufyan perihal persengketaan khalifah.
2.      Doktrin-doktrin Pokok Khawarij
Diantara doktrin-doktrin pokok khawarij adalah sebagai berikut :
·         Doktrin politik
a.       Khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat Islam.
b.       Khalifah tidak harus dari keturunan Arab.
c.       Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan Syariat Islam.
d.      Khalifah sebelum Ali adalah sah. Tetapi setelah yang ke tujuh dari kekhalifahannya, Ustman telah dianggap menyeleweng.
e.       Khalifah Ali adalah sah, tetapi setelah terjadi arbritase (tahkim), ia dianggap telah menyeleweng.
f.       Mu’awiyah dan Amr bin Ash serta Abu Musa Al-Asy’ari juga dianggap menyeleweng dan telah menjadi kafir.
g.      Pasukan Perang Jamal yang menyerang Ali juga kafir.
·         Doktrin Teologi
a.       Seseorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim sehingga harus dibunuh.
b.      Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka.
c.       Seseorang harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng.
d.      Adanya wa’ad dan wa’id (orang yang baik harus masuk surga sedang orang yang jahat harus masuk neraka).
·         Doktrin Sosial
a.       Amar ma’ruf nahi munkar.
b.      Memalingkan ayat-ayat Al Qur’an yang tampak mutasyabihat.
c.       Qur’an adalah makhluk.
d.      Manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari Tuhan.
3.      Perkembangan Khawarij
Para pengamat berbeda pendapat tentang jumlah sekte yang terbentuk akibat perpecahan yang terjadi pada tubuh khawarij. Akan tetapi mereka sepakat bahwa subsekte khawarij yang besar terdiri dari beberapa macam, yaitu:
a.      Al- Muhakkimah
b.      Al-Azriqah
c.        An-Nadjat
d.      Al-Baihasiyah
e.       Al-Ajaridah
f.         As-Salabiyah
Harun Nasution mengidentifikasi beberapa indikasi aliran yang dapat dikategorikan sebagai aliran khawarij, yaitu sebagai berikut:
a.       Mudah mengafirkan orang yang tidak segolongan dengan mereka walaupun orang itu adalah penganut agama Islam.
b.      Islam yang benar adalah Islam yang mereka fahami dan amalkan, sedangkan Islam sebagaimana yang difahami dan diamalkan golongan lain tidak benar.
c.       Orang-orang Islam yang tersesat dan menjadi kafir perlu dibawa kembali ke Islam yang sebenarnya yaitu Islam seperti yang mereka fahami dan amalkan.
d.      Karena pemerintahan dan yang tidak sefaham dengan mereka adalah sesat, maka mereka memiliki imam dari golongan mereka sendiri.
e.       Mereka bersifat fanatik dalam faham dan tidak segan-segan menggunakan kekerasan dan membunuh untuk mencapai tujuan mereka.

B.     MURJI’AH
Murji’ah adalah kelompok / aliran yang tetap pada barisan Ali bin Abi Thalib. Ada beberapa teologi yang berkembang mengenai kemunculan murji’ah, diantaranya :
1.      Gagasan irja / arja dikembangkan oleh sebagian sahabat dengan tujuan menjamin persatuan dan kesatuan umat Islam ketika terjadi pertikaian politik dan juga bertujuan untuk menghindari sektarionisme.
2.      Gagasan irja yang merupakan baris doktrin murji’ah, muncul pertama kali sebagai gerakan politik diperlihatkan oleh cucu Ali bin Abi Thalib, Al Hasan bin Muhammad Al Hanafiyah.
1.      Doktrin–doktrin Murji’ah
Ajaran pokok murji’ah pada dasarnya bersumber dari gagasan atau doktrin irja atau arja yang diaplikasikan dalam banyak persoalan, baik persoalan politik maupun teologis.
Berkaitan dengan doktrin teologi murji’ah, W. Montgomery Watt merincinya sebagai berikut :
a.       Penangguhan keputusan terhadap Ali dan Muawiyah hingga Allah memutuskannya kelak di akhirat.
b.      Penangguhan Ali untuk menduduki ranting keempat dan peringkat Al-Khalifah Ar-Rasyidin.
c.       Pemberian harapan (giving of hope) terhadap orang muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah.
Abu A’la Al-Maududi menyebutkan dua doktrin pokok ajaran murji’ah, yaitu :
a.       Iman adalah pecaya kepada Allah dan rasulnya saja. Adapun perbuatan tidak merupakan suatu keharusan bagi adanya iman.
b.      Dasar keselamatan adalah iman semata.





0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik