Puasa Sebagai Penakluk Sinar Iblis

Written By zuhri zze on Kamis, 06 September 2012 | 05.39


Sebagaimana telah diketahui bahwa daya-daya yang berada di pangkal otak akan menjelmakan nafsu, oleh karenanya pangkal otak juga bisa dikatakan sebagai sentralnya nafsu, yang mengandung pikiran materi alistis, kebendaan semata, kebencian dan kemurkaan.
Semua macam bentuk nafsu adalah berbentuk api yang abstrak yang daya kobarnya menjilat apa yang ada di sekitarnya. Api yang abstrak hanya memiliki hubungan saling menggetar dengan makhluk yang tersusun dari api yang abstrak seperti yang kita kenal dari dulu sampai sekarang ini adalah iblis.
Berdasarkan pendapat para ilmuan, iblis menurut kejadiannya berasal dari elektron hidup berwujud daya-daya elektro magnetic, semisal dengan “sinar membunuh”yang memiliki gelombang 0,000,01 sampai dengan 0,000,001 lebih pendek lagi dari gelombang arus listrik tehnik bolak-balik, lebih dari telegraf tanpa kawat, lebih pendek lagi dari radio zander dan sinar cahaya, atau bahkan lebih pendek lagi dari sinar ultra violet.
Maka dari itu barangsiapa yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya akan menjadi korban dari sinar iblis, akibatnya pikirannya akan selalu dikendalikan iblis yang mengajak berbuat jahat sesuai dengan ide-ide yang dimiliki oleh iblis itu sendiri. Dengan demikian maka iblis yang kan menjadi raja pada diri kita sehingga diri kita menjadi budak dari iblis tersebut. Na’udzu billah.

Dalam kehidupan kita di alam yang pada hakikatnya fana agar supaya terbebas dari pengaruh-pengaruh iblis yang secara tegas akan menjerumuskan ke salah satu bentuk kehidupan yang sesat, maka kita harus senantiasa mempunyai senjata yang ampuh sebagai penangkal sinar iblis. Adapun senjata yang memiliki daya penangkal iblis adalah sebuah senjata yang lebih pendek daripada gelombang iblis tersebut sebagaimana yang kita kenal dengan sebutan “Nurullah”.
Nurullah yang mampu menembus ke dalam otak manusia sanggup menghancur-leburkan gelombang iblis yang bersarang di dalam otak. Nurullah yang masuk ke dalam otak manusia kemudian diserap oleh badan budi akan menimbulkan pikiran yang telah beresonansi dengan alam ilahiyat.
Untuk mendapatkan Nurullah ini hanya dapat dilakukan dengan berbagai macam bentuk-bentuk peribadahan yang salah satunya yang paling populer adalah PUASA.
Manusia yang sedang berpuasa dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Tuhan maka otaknya akan selalu berisi Nurullah, kondisi yang demikian ini dapat mencegah segala kegiatan hawa nafsu sehingga panca indera dapat dikendalikan dengan sempurna. Dalam artian diri kita yang menjadi raja sedangkan iblis menjadi budak kita, maka diri kita yang akan memerintah sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Dari fakta di atas dapat dikatakan dengan tegas, bahwa puasa yang memiliki daya penangkal sinar iblis adalah puasa yang  bukan hanya sanggup menahan lapar dan dahaga saja melainkan juga rohaninya mampu menghalau nafsu-nafsu iblis yang mengandung ajakan-ajakan untuk berbuat tindakan kejahatan. Puasa di luar ketentuan di atas jelas tidak akan mampu membentengi pelakunya dari ganasnya sinar iblis.
Itu semua dapat dibuktikan kebenarannya melalui sabda Rasulullah s.a.w., yang berbunyi:
“Siapa yang tidak dapat menahan kata-kata buruk dan berbuat jahat maka bagi Allah tiada berguna ia menahan lapar dan dahaganya”.(HR. Bukhari).






0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik