Klasifikasi Puasa Sunnah

Written By zuhri zze on Kamis, 06 September 2012 | 05.45


Manfa’at puasa bagi kehidupan manusia adalah sudah merupakan sebuah kebenaran yang nyata dan tidak bisa diragukan lagi, bahwa tujuan dianjurkannya puasa adalah untuk mencetak manusia-manusia yang  taqwa secara keseluruhan. Secara umum tujuan puasa adalah dapat menaklukkan sinar iblis dan juga dapat mengurangi kegiatan kelenjer kelamin, sehingga nafsu sexs menjadi turun.
Sebagai suatu solusi perintah untuk melakukan puasa telah cukup akomudatif bagi kepentingan manusia, di samping itu juga ada puasa wajib di bulan ramadhan. Puasa-puasa sunnah juga cukup menjanjikan terciptanya kesehatan yang luar biasa baik lahir maupun bathin. Khusus puasa sunnah Allah telah memberi tuntunan cukup beragam dalam segi rutinitasnya, ada yang bersifat harian, mingguan, bulanan, bahkan ada yang bersifat tahunan. Dari beberapa alternatif waktu tersebut manusia dipersilahkan untuk memilih dalam menjalankan puasa sesuai dengan fadillah dan kemampuan manusia itu sendiri semaksimal mungkin.
Adapun kasifikasi puasa-puasa sunnah yang dimaksudkan adalah:
1.      Puasa Harian
a.      Puasa Daud.
Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.
“Dari Abdullan bin Amru bin Ash ra, bahwa rasulullah s.a.w., bersabda: shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Daud As, dan puasa yang dicintai Allah adalah puasanya nabi Daud As: beliau tidur separuh malam dan bangun sepertiganya serta tidur seperenamnya, beliau puasa sehari dan buka sehari”. (HR. Bukhari).
2.      Puasa Mingguan
a.      Puasa Senin dan Kamis.
Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.
“Dari Aisyah ra, berkata: Rasulullah s.a.w., membiasakan diri puasa hari senin dan kamis”.(HR: Turmudzi).

3.      Puasa Bulanan
a.      Puasa pada tanggal 13, 14, 15 tiap bulan (Hijriyah).
Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.
“Dari Qatadah ra, berkata: Rasulullah s.a.w., memerintahkan kita puasa biidh yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 pada tiap bulan”. (HR: Abu Daud).
4.      Puasa Tahunan
a.      Puasa Arofah.
Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.
“Dari Ibnu Abbas ra, berkata: Rasulullah s.a.w., telah bersabda: “Seandainya aku masih menjumpai tahun depan aku sungguh akan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah”. (HR: Muslim).
b.      Puasa Asy-Syura.
Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.
“Dari Abi Musa ra, berkata: pada hari Asy-Syura orang-orang Yahudi biasa menjadikannya hari raya bagi mereka, bersabda Rasulullah s.a.w.: “Puasalah kalian pada hari itu”. (HR: Bukhari).
c.       Puasa 6 hari di bulan Syawwal.
Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.
“Rasulullah s.a.w., bersabda: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan disambung puasa enam hari pada bulan syawwal, pahalanya ibarat puasa satu tahun”.(HR: Muslim).
d.      Puasa pada tanggal 27 Rajab.
Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w.
“Barangsiapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah menuliskan pahala baginya pahala puasa 60 bulan”. (Dari Abu Hurairah riwayat Syaikh Abu Barkah).
Pada akhirnya, dengan alternatif waktu dalam berpuasa mulai dari yang bersifat harian sampai tahunan, kepentingan manusia untuk mencapai kondisi diri yang sehat, bugar, dan segar telah terakomudasi. Semuga Allah menerima semua amal kebaikan yang telah kita lakukan.






0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik