Manfa'at dan Kegunaan Ilmu Mantiq dan Logika

Written By zuhri zze on Kamis, 12 Juli 2012 | 09.14

Karena ilmu mantiq dan logika merupakan suatu ilmu tentang cara berpikir yang lurus dan tepat yang berlandasan pada logika atau akal yang kemudian disesuaikan dengan syaria’t Islam. Dan juga ilmu mantiq dan logika sebagai bagian dari proses cara untuk membangkitkan kecakapan dalam berbicara dan berfikir lurus dan tepat serta sistematis. Oleh sebab itulah ilmu mantiq dan logika dipelajari.
·         Manfa’at dari ilmu mantiq yaitu:
a.       Dapat memelihara pikiran dari kesalahan berpikir, memperdalam pemahaman, dan menyingkap selimut kebadohan.
b.      Melatih jiwa manusia agar dapat memperluas jiwa fikirannya.
c.       Dapat menambah kemampuan menggunakan akal dan menambah kecerdasan.
·         Manfa’at ilmu logika yaitu:
a.       Membuat daya fikir akal tidak saja menjadi lebih tajam tetapi juga lebih menjadi berkembang melalui latihan-latihan berfikir dan menganalisis serta mengungkap permasalahan secara ilmiah.
b.      Membuat seseorang menjadi mampu meletakkan sesuatu pada tempatnya dan mengerjakan sesuatu pada waktunya.
c.       Membuat seseorang mampu membedakan antara pikir yang benar dan oleh karenanya akan menghasilkan kesimpulan yang benar dan urut pikir yang salah yang dengan sendirinya akan menampilkan kesimpulan yang salah.
·         Kegunaan ilmu mantiq yaitu:
a.       Melatih, mendidik, dan mengembangkan potensi akal dalam mengkaji objek pikir dengan menggunakan metodologi berfikir.
b.      Menempatkan persoalan dan menunaikan tugas pada situasi dan kondisi yang tepat.
c.       Membedakan proses dan kesimpulan berpikir yang benar dari yang salah.
d.      Dengan menggunakan ilmu Mantiq orang akan mendapat kunci pembuka pintu ruangan falsafah dan ilmu.
·         Kegunaan ilmu logika yaitu:
a.       Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
b.      Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
c.       Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri. 
d.      Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis.

 Metode-metode Kritis dalam Ilmu Mantiq dan Logika:
a.       Metode analisis yaitu metode pemeriksaan secara konsepsial atau makna, ciri, fungsi, dan istilah, pernyataan dan kata yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu.
b.      Metode ekstensi yaitu metode penerapan terhadap sesuatu.
c.       Metode intensi yaitu metode berupa berusaha mengetahui, memahami sifat-sifat dari istilah sesuatu.
Didalam ilmu mantiq dan logika dikenal adanya persamaan dan perbedaan diantara kedua ilmu tersebut, dalam hal ini dapat diketahui secara jelas yaitu:
·         Perbedaan ilmu mantiq dan logika yaitu:
a.       Ilmu mantiq merupakan imu yang sudah disesuaikan dengan ajaran-ajaran Islam sehingga tidak bertentangan dengan dalil-dalil syar’i, sedangkan Ilmu logika merupakan ilmu yang berasal dari hasil pemikiran murni dari para ahlinya.
b.      Ilmu mantiq menguatkan cara mengotak atik otak dalam memahami objek pikir, sedangkan Ilmu logika menguatkan kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan.
c.       Kebenaran yang diperoleh dalam ilmu mantiq disesuaikan dengan dalil-dalil syar’i, sedangkan kebenaran yang diperoleh dalam ilmu logika masih murni dari penalaran akal.
·         Persamaan antara ilmu mantiq dan logika yaitu:
a.       Kedua ilmu tersebut sama-sama menggunakan penalaran.
b.      Kedua ilmu tersebut sama-sama mencari kebenaran.
c.       Kedua ilmu tersebut menguatkan daya pikir akal.






0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik