I'rob

Written By zuhri zze on Sabtu, 30 Juni 2012 | 12.02


A.    Pengertian I’rab

الأعراب هو: تَغْيِيْرُ اَوَاخِرِ الكَلمَةِ لاِخْتِلاَفِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا
“Perubahan pada akhir kalimat karena adanya amil yang masuk pada kalimat tersebut
عَامِل  adalah kata yang membuat baris akhir suatu kalimat menjadi berbeda-beda”.
Contoh 1 :
قَامَ الْقَوْمُ  (telah berdiri suatu kaum ) kata الْقَوْمُ  baris akhirnya adalah dhomah karena di dahului oleh kata قَامَ  kata قَامَ  menjadi amil (menyebabkan kata الْقَوْمُ) berbaris dhomah.
Contoh 2 :
رَأَيْتُ الْقَوْمَ  (saya melihat suatu kaum) kata الْقَوْمُ  baris akhirnya adalah fathah karena di dahului oleh kata رَأَيْتُ. Kata رَأَيْتُ  menjadi amil (menyebabkan kata رَأَيْتُ ) berbaris fathah.
Contoh 3 :
مَرَرْتُ بِالْقَوْمِ  (saya meliwati suatu kaum) kata الْقَوْمِ  baris akhirnya adalah kasroh karena di dahului oleh huruf بِ  dan huruf ini menjadi amil (menyebabkan الْقَوْمِ) berbaris kasroh.
Dari 3 contoh di atas kata القَوْم  baris akhirnya berbeda-beda karena amil yang masuknyapun berbeda-beda. القَوْمُ  (berbaris dhomah kita sebut I’robnya rofa’) القَوْمَ  (berbaris fathah akhirnya kita sebut dengan i’rob nasab). Kata القَوْمِ  berbaris karis kita sebut dengan i’rob khobad.

B.     Macam-macam I’rab
a.       I'rab rafa' (رَفْع ) atau subjek; dengan tanda pokok: dhammah.
b.       i'rab nashab ( نَصْب ) atau objek; dengan tanda pokok: fathah.
c.       I'rab jarr (جَرّ ) atau keterangan; dengan tanda pokok: kasrah.
Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini:
جَاءَ الطُّلاَّبُ
= datang siswa-siswa
رَأَيْتُ الطُّلاَّبَ
= aku melihat siswa-siswa
سَلَّمْتُ عَلَى الطُّلاَّبِ
= aku memberi salam kepada siswa-siswa

Isim الطُّلاَّب (siswa-siswa) pada contoh di atas mengalami tiga macam I'rab:
1.      I'rab Rafa' (Subjek) dengan tanda Dhammah di huruf akhirnya (الطُّلاَّبُ ).
2.      I'rab Nashab (Objek) dengan tanda Fathah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبَ ).
3.      I'rab Jarr (Keterangan) dengan tanda Kasrah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبِ ).
Alamat I'rab seperti ini dinamakan Alamat Ashliyyah (عَلاَمَات اْلأَصْلِيَّة) atau tanda-tanda asli (pokok). Perlu diketahui bahwa tidak semua Isim bisa mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata. Dalam hal ini, Isim terbagi dua:
·         ISIM MU'RAB ( اِسْم مُعْرَب ) yaitu Isim yang bisa mengalami I'rab. Kebanyakan Isim adalah Isim Mu'rab artinya bisa berubah bentuk/baris akhirnya, tergantung kedudukannya dalam kalimat.
·          ISIM MABNI ( اِسْم مَبْنِي )yaitu Isim yang tidak terkena kaidah-kaidah I'rab. Yang termasuk Isim Mabni adalah: Isim Dhamir (Kata Ganti), Isim Isyarat (Kata Tunjuk), Isim Maushul (Kata Sambung), Isim Istifham (Kata Tanya).
Perhatikan contoh Isim Mabni dalam kalimat-kalimat di bawah ini:
جَاءَ هَؤُلاَءِ
= datang (mereka) ini
رَأَيْتُ هَؤُلاَءِ
= aku melihat (mereka) ini
سَلَّمْتُ عَلَى هَؤُلاَءِ
= aku memberi salam kepada (mereka) ini
Dalam contoh-contoh di atas terlihat bahwa Isim Isyarah هَؤُلاَءِ (ini) tidak mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata, meskipun kedudukannya dalam kalimat berubah-ubah, baik sebagai Subjek, Objek maupun Keterangan. Isim Isyarah termasuk diantara kelompok Isim Mabni.








0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik