Kreteria Berpikir Dalam Berfilsafat

Written By zuhri zze on Rabu, 01 Agustus 2012 | 01.56


Berfilsafat adalah berpikir. Ini berarti bahwa berpikir adalah sebuah filsafat. Jika dikatakan untuk berfilsafat adalah berpikir, hal ini dimaksudkan bahwa filsafat mencakup kegiatan berpikir. Sifat berpikir untuk berfilsafat memiliki kreteria-kreteria berikut ini:
  a.       Berpikir ditandai sebagai radikal filosofis. Radikal berasal dari akar akar kata Yunani yang berarti. Pemikiran radikal diperkirakan oleh akar.
  b.      Berpikir ditandai sebagai universal filosofis (umum). Secara universal dianggap memikirkan hal-hal dan proses yang bersifat umum.
  c.       Berpikir ditandai sebagai konseptual filosofis. Definisi konsep ini adalah hasil generalisasi (generalisasi) dan abstraksi dari pengalaman hal serta proses individual.
d.      Berpikir ditandai sebagai koheren filosofis dan konsisten. Koheren artinya sesuai dengan kaidah berpikir (logis). Konsisten artinya tidak mengandung kontradiksi. Baik koheren dan konsisten baik dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: koheren. Apakah koheren terorganisir bagan konseptual tidak terdiri dari pendapat yang saling bertentangan di dalamnya.
e.       Berpikir sistematis ditandai sebagai filosofis. Sistematis berasal dari sistem. Sistem adalah penentuan jumlah elemen yang saling berhubungan sesuai dengan pengaturan untuk mencapai tujuan atau memenuhi sesuatu peran tertentu. Pemikiran filsafat ditandai dengan komprehensif. Kofrehensif disertakan secara keseluruhan.
f.       Berpikir ditandai dengan pemikiran filosofis yang bertanggung jawab. Berfilsafat itu adalah orang yang menganggap dirinya bertanggung jawab.
g.      Pikirkan secara independen ditandai sebagai filosofis. Sejauh luas, filsafat masing-masing dapat dikatakan sebagai hasil pemikiran bebas. Bebas dari prasangka prasangka sosial, historis, budaya atau agama.
Dari bagian atas ada beberapa pengertian dari segi filsafat etimologik adalah sebagai berikut:
·         Jika istilah ini mengacu pada asal-usul filosofi kata philein dan Sophos, maka itu adalah untuk mencintai hal-hal yang bijaksana (bijak dimaksudkan sebagai kata sifat).

·         Jika filsafat mengacu pada asal kata philos dan sophia, berarti itu adalah teman kebijaksanaan (kearifan dimaksudkan sebagai kata benda).




0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik