Asas-asas Pendidikan Islam

Written By Ze2 on Minggu, 09 September 2012 | 19.55


Sebagai suatu sistem pendidikan yang bermuara kepada agama Islam, tentunya memiliki pijakan-pijakan yang kemudian kita sebut dengan asas-asas pendidikan Islam. Asas-asas pendidikan Islam adalah satu kesatuan yang saling terkait sebagai pondasi bangunan Tarbiyah Islamiyah.
Apabila kita teliti dan kaji lebih dalam lewat Al-qur’an, menganalisa sebuah asas-asas pendidikan Islam, maka yang dapat diambil dan diketahui empat asas yang menjadi pijakan pendidikan Islam, sebagaimana yang tertera di bawah ini:
1.      Al-asas I’tiqodi (The Faith Foundation)
Asas ini menempati posisi pertama dalam asas pendidikan Islam. Asas inilah yang melandasi semua aktifitas dan gerakan dalam pendidikan Islam, asas ini pula yang menjadi tolak ukur parameter berhasil dan tidaknya perjalanan pendidikan.
Secara global asas ini menjelaskan subyek-subyek pendidikan Islam, bahwa titik tolak pendidikan Islam adalah sebuah komando Ilahi. Sehingga apapun aktifitas dan gerakan yang terjadi diharuskan terbentuk dengan segala bentuk Ilahiyah.
Pada asas ini terdiri dari beberapa hal yang membedakan antara sistem pendidikan Islam dan sistem produk otak manusia, di antaranya:

a.      Dari segi tanggung jawab,mereka yang terlibat dalam proyek pendidikan Islam tidak hanya mempertanggung jawabkan misi tarbiyah kepada sesama manusia, namun lebih penting dari itu semua adalah bertanggung jawab kepada Allah s.w.t.
b.      Dari segi niat, semua kerja dalam proyek pendidikan Islam akan terlepas dari maksud-maksud murahan semacam mengejar gengsi, popularitas dihadapan atasan, dan sejenisnya, namun yang lebih tinggi dan mulia dan harus ditekankan adalah mencari ridha Allah.
c.       Dari segi sistem oprasional,pendidikan Islam memiliki rujukan oprasional yang tidak pernah usang oleh goncangan situasi, ia tetap orsinil dan autentik, meski harus menghadapi berbagai macam perubahan yang terjadi.
2.      Asas Tasyri’i (The Law Foundation)
Pendidikan Islam adalah salah satu bentuk amal perbuatan manusia untuk menegakkan syari’at Allah di muka bumi. Bertolak dari sini maka seluruh elemen pendidikan Islam itu terkait erat dengan hukum Islam dan seluruh tatanan hukum Islam akan bernilai pendidikan.
Asas tasyri’i ini dapat diartikan sebagai upaya penanaman rasa kecerdasan atu pengetahuan yang sempurna terhadap hukum Allah kepada setiap objek pendidikan. Semua itu dimaksudkan agar supaya tidak sampai terjadi pelecehan hukum terhadap suatu perbuatan yang dilanggar. Sehingga jika itu terjadi maka akan terjadi penghilangan beban spiritual terhadap para pelanggar hukum karena hubungan dengan Tuhan terabaikan.
3.      Asas Khuluqy (The Moral Foundation)
Keberhasilan amal dalam pendidikan Islam tidak tergantung pada jumlah intelektual yang berhasil diteluarkan. Sebab suatu sistem pendidikan tanpa memiliki pondasi moral bisa dipastikan akan mengalami “spiritual hungry”.
Demikian pula kebrutalan intelektual akhir-akhir ini lebih banyak disebabkan tidak adanya asas khuluqi dalam sebuah sistem pendidikan yang dianut. Sehingga dengan sangat mudah para intelektual berpola, meski harus mengorbankan sesama atau bahkan memporak-porandakan pemikiran yang sudah mapan demi merealisasikan “ambisi keilmuan” yang dipaksakan.
Demikian itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam asas pendidikan Islam, karena jika diteliti pendidikan sekarang ini jauh dari ketiga asas di atas dan bahkan besar kemungkinan tidak ada sama sekali. Oleh sebab itulah, perlu adanya intropeksi terhadap pendidikan dan perubahan sistem pendidikan serta peletakan asas-asas pendidikan yang baik dan sesuai dengan tempatnya, sehingga dapat mencetak generasi-generasi intelektual Islam yang tinggi.






0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik