Mengapa Manusia Bertuhan?

Written By zuhri zze on Sabtu, 14 Juli 2012 | 08.31


Tuhan melihat hati. Hati manusia adalah pelita Tuhan. Bahwa hidup ini adalah misteri, terlalu banyak kejadian di dunia ini yang terjadi diluar logika manusia. Sama halnya dengan kejadian gempa dan tsunami Jepang beberapa waktu lalu. Di dalam logika manusia itu adalah sebuah kehancuran, lalu bagaimana dengan logika Tuhan. Sama halnya dengan keyakinan apakah  Sidarta Buddha yang banyak mengajarkan kebaikan dan raja Fir’aun yang membantu menyelamatkan Israel masuk kedalam kerajaan surga atau tidak? Manusia dapat mengatakan tidak, atau dapat juga mengatakannya namun hal surga itu adalah hak Tuhan semata.
Pada manusia terdapat suatu perasaan yang sudah ada secara fitrah/ alami, yaitu adanya perasaan tentang adanya Tuhan, atau adanya suatu kuasa yang besar. Perasaan ini fitrah manusia, tetapi demikian kenalnya manusia dengan Tuhan bukanlah melalui khayalan atau gambaran sepert yang dibuat oleh orang-orang bukan islam.
Jika ada orang mengatakan bahwa dia tidak percaya kepada Tuhan sebenarnya bukan karena dia benci agama. Dia benci kepada agama tertentu karena ada orang agama tersebut yang jahat dan khianat. Dia juga benci agama-agama yang ada, tetapi yang sebenarnya, hatinya tetap mengakui adanya tuhan.
Salah satu buktinya bahwa ada perasaan bertuhan ini, jika seeorang tertimpa sesuatu penyakit yang sukar diobati hingga sudah habis usaha yang dapat dilakukan, dia akan mengeluh, "kalaulah ada suatu kuasa yang menolong aku". Keluhan itu menunjukkan dia percaya adanya suatu 'kuasa' yang ghaib. Itulah rasa ketuhanan.

Tidak ada satu butir debu pun yang wujud tanpa sepengetahuan Tuhan. Besarnya Kuasa Tuhan itu, bila Dia berkata jadi maka jadilah, Tuhan berkata wujud maka wujudlah, Tuhan berkata hidup maka hiduplah, Tuhan berkata mati maka matilah, Tuhan berkata sehat maka sehatlah, Tuhan berkata sakit maka sakitlah. Itulah Dia, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan menciptakan manusia. Tidak cinta dan takut kah manusia dengan Tuhannya? Padahal baru sedikit kita melihat sifat-sifat yang ada pada Tuhan. Jadi kalau manusia ini hatinya sudah merasakan kehebatan Tuhan, barulah datang cinta dan takut pada Tuhan. Bila dia akan berbuat hal yang terkecil sekalipun dia akan berpikir dan bertanya pada Tuhan, apakah Tuhan suka atau tidak. Inilah obat pertama kepada manusia. Inilah obat pertama kepada penyakit-penyakit yang dicetuskan oleh manusia di dunia ini. Kalau manusia sudah cinta dan takut Tuhan, manusia tidak berani lagi melakukan hal-hal negatif dan menyusahkan. Walaupun undang-undang, peraturan dan hukuman itu diperlukan, tapi itu adalah jalan terakhir.
Bagi manusia yang sudah terlalu jahat yang bila disebutkan Tuhan pun tak berkesan lagi. Maka terlalu keliru bila hendak membaiki manusia tersebut dengan menggunakan peraturan, undang-undang ataupun hukuman. Sedangkan yang membuat peraturan dan undang-undang itu pun manusia juga. Apakah yang menghukum itu tidak bersalah? Tidak jahat jugakah? Apakah dia tidak menimbulkan masalah?.
Kalau begitu dunia hari ini perlu kembali mempromosikan Tuhan. Setiap manusia di dunia ini perlu memperjuangkan Tuhan. Supaya orang kenal Tuhan. Supaya manusia cinta dan takut kepada Tuhan. Inilah obat yang paling mujarab, inilah kaedah yang paling berkesan. Inilah formula-formula yang dapat menyelesaikan masalah masyarakat.
Sumber Bacaan

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik