Gerakan Dalam Agama Yahudi

Written By zuhri zze on Senin, 24 September 2012 | 20.28


Gerakan Karaites
Sewaktu perhatian telah lebih banyak tertuju kepada pengajaran Talmudz, sedangkan tinjauan dan ulasan telah berlarut-larut sampai kepada masalah yang remeh-remeh dan tetekbengek, dan seluruh kegiatan dan begitupun pemikiran telah terpaling dari masalah-masalah yang paling pokok, karena terbenam dalam pembahasan soal-soal tetek-bengek, hingga setiap kuman telah dijadikan gajah, maka timbullah gerakan Reformasi dalam kalangan agama Yahudi di sekitar abad ke-8 masehi, dipelopori oleh Rabbi Anan ben David (lk 760 M), dengan mengambil kota Baghdad sebagai pusat gerakannya. Gerakan Reformasi itu menurut Judah Goldin di dalam The Living Talmudz edisi 1960 halaman 35, bersemboyankan : Back to Scripture: ( Ayo kembali kepada Kitab Suci !).
Kritik-kritik yang dilontarkannya demikian tajam dan suaranya demikian radikal hingga membangkitkan keonaran dan pertentangan tajam dalam lingkungan masyarakat Yahudi, antara gerakan Kaum Muda itu dengan Kaum Tua; hingga pada akhirnya Khalifah Al-Manshur (754-775 M) dari daulat Abbasiah terpaksa mengambil tindakan menangkapnya dan menjerumuskannya ke dalam penjara.
Suatu kebetulan sepanjang sejarah, demikian Encyclopedia Britannica dalam penguraian tentang Karaites, bahwa yang menolongnya untuk tidak sampai dijatuhi hukuman mati dan bahkan menolongnya untuk dibebaskan ialah temannya sepenjara, Al-Imam Abu Hanifah (699-767 M), seorang tokoh besar pembangun mazhab Hanafi dalam dunia Islam.
            Gerakan Rabbi Ananben David itu biasa dipanggilkan dengan Karaism dan para pengikutnya dipanggilkan Karaites. Gerakan itu berkelanjutan sampai abad ke-9 Masehi dibawah pimpinan Rabbi Benjamin Nahwandi. Tokoh-tokoh terkemuka lainnya ialah Sahal ben Macleah, Solomon ben Yeroham, Joseph ben Noah. Tetapi gerakan yang ekstrim dan radikal itu tidak berusia lama dan sekedar meluangkan jalan bagi pertumbuhan gerakan Massorah.

Gerakan Massorah.
            Pengaruh gerakan Karaism itu bukan kecil sekalipun tidak bemsia lama, karena semenjak abad ke-9 masehi itu muncul gerakan RefQnt1asi yang lebih moderat, terkenal dengan sebutan gerakan Massorah dan para pengikutnya dipanggilkan kaum Massoretes; dan gerakan itu berkelanjutan pengarohnya sampai abad-abad berikutnya.
            Tokoh terkemuka dalam gerakan itu ialah Rabbi Ben Azher dan Rabbi Ben Naphtali. Karyanya yang terbesar ialah penyusun an kembali naskah-lengkap Kitab Torah beserta kitab-kitab lainnya yang terpandang suci di dalam bahasa Ibrani, dikenal dengan sebutan Massoretic Text, yakni naskah Massorah.
            Betapa besar pengamh karya gerakan Massorah itu terhadap dunia Keristen pada masa belakangan dapat disaksikan pada pendirian kaum Reformasi Keristen semenjak abad ke-15 masehi, yang menolak beberapa kitab dalam Vulgata (salinan Septuaginta ke dalam bahasa Latin) yang menjadi pegangan Gereja Rum Katolik, dan menerima sepenuhnya Massoratic Text itu sebagai standard-text bagi Perjanjian Lama (Old Testament).
            Gerakan Massorah menyusun naskah-Ibrani itu dari naskah- Grik yang bernama Septuaginta itu, dengan menyalin kata demi kata secara teliti dan menyesuaikannya dengan tatabahasa Ibrani, dan sesewaktu membandingkannya dengan petikan-petikan Ayat Taurat yang dijumpai di dalam Mishna. Betapa ketelitian dan kecermatan penyusunan naskah-naskah Ibrani itu dapat disaksikan pada kenyataan tentang persamaannya pada umumnya dengan naskah-tua Habakuk dan naskah-tua Isaiah, di dalam himpunan Dead Sea Scrolls, yang ditemukan sehabis PD-II.
Gerakan Kabbala
            Gerakan mistik dalam dunia Islam, yaitu Sufism, yang tokoh terkemuka dalam belahan timur ialah Al-Ghazali (1058-1111 M) dan pada belahan barat ialah Ibnu Arabi (1165-1240 M), membawa pengaruh kuat bagi pertumbuhan gerakan mistik Kabbala atau Cabala dalam kalangan Yahudi.
            Kabbala itu dalam bahasa Ibrani bermakna "menerima" ataupun "tradisi". Nama itu dipergunakan bagi suatu sistim filsafat yang bersipat mistik dan theosofis dan magis. Upacara upacara yang dilakukannya bersifat rahasia dan penuh misteri.
Gerakan Kabbala itu bermula popularitasnya pada abad ke-12 masehi dan berkelanjutan sampai abad ke-16. Kaum Kabbalists itu menganut paham Wihdatul-Wujud (pantheism) seperti yang dianut oleh Sufi Ibnu Arabi dan Sufi Al-Hallaj dan Sufi Jalaluddin Al-Rumi.
            Tokoh terkemuka dari gerakan Kabbala itu ialah Azriel of Gerona dan Moses de Leon, kedua-duanya dari Andalusia. Karya dari tokoh terakhir itu bernama Sefer Hazzohan dan lebih terkenal dengan sebutan "Zohar" saja, ditulis pada abad ke-13 masehi, mempakan naskah otoritas dalam gerakan Kabbala seperti kedudukan Ihya-Ulumud-Dien karya Al-Ghazali dalam dunia Sufi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik