Peran Bagi Paulus

Written By zuhri zze on Minggu, 09 September 2012 | 09.55


Jelas bahwa Paulus dan sektenya tidak berasal dari situ. Pada kenyataannya, sejak masa Paulus dan seterusnya, dengan berkembangnya agama Kristen ke negeri-negeri asing dan ke dalam kepercayaan-kepercayaan penyembah berhala (pagan) di Kerajaan Romawi, ajaran Kristen sangat dipengaruhi dan dibengkokkan oleh budaya-budaya serta mitologi/dongeng-dongeng yang umum di negeri-negeri itu dan semakin menyimpang jauh dari kemumiannya. Paulus memainkan peranan dalam mempengaruhi kerusakan pemikiran Kristen dengan cara memperkenalkan mistik/kebatinan dari dirinya sendiri. Dia bukan berasal dari Bani lsrail dan tidak pula memiliki hubungan langsung dengan Yesus, kecuali melalui rukya/kasyaf pengakuannya sendiri. Dia saat itu tampaknya sudah sangat terpengaruh oleh budaya-budaya asing.
Tampaknya terdapat dua pilihan bagi Paulus saat itu, melakukan peperangan sengit terhadap sebuah dunia takhayul, mitologi dan legenda yang sudah umum terdapat di negeri-negeri Kerajaan Romawi sejak zaman dahulu, atau menyerah pada mereka dan membiarkan Kristen mengalami perubahan sehingga sesuai bagi kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan mereka. Hal itu memberikan pesan kepada mereka bahwa ajaran Kristen tidaklah berbeda secara mutlak dari legenda-legenda dan mitologi-mitologi mereka. Paulus mendapati bahwa penerapan pilihan kedua jauh lebih menguntungkan dan menyenangkan serta membiarkan Kristen mengalami perubahan sesuai keinginan-keinginan dan falsafah-falsafah yang populer di dunia non-Yahudi.

Strategi ini berhasil dengan baik, misalnya dengan diperolehnya jumlah besar orang yang menerima ajaran baru itu, yang kalau tidak dibuat demikian sulit untuk memperolehnya. Namun, apa akibatnya? Sangat disayangkan, hal itu hanya berakhir pada suatu kompetisi kotor antara nilai-nilai mulia Kristen dengan mitologimitologi para penyembah berhala. Yang diubah oleh Paulus hanyalah nama dewa-dewa para penyembah berhala dan menggantikan-nya dengan Yesus, Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus. Memang bukan dia yang menemukan mitologi Trinitas dan memperkenalkannya pada dunia para penyembah berhala dengan mengatas-namakan Kristen, sebaliknya dia meminjam mitologi Trinitas dari mitologi para penyembah berhala dan memasukkannya ke dalam Kristen. Sejak saat itu yang ada ialah tetap penyembahan berhala lama, tetapi nama-namanya saja yang baru dan wajahwajahnya baru.
Agama Kristen Paulus, dengan demikian, tidak berhasil merubah doktrin-doktrin, mitologi-mitologi dan takhayultakhayul dunia penyembah berhala, bahkan hanya berakhir dengan merubah ajaran Kristen sesuai dengan semua itu. Jika gunung tidak menanggapi panggilannya, maka dia memutuskan untuk pergi saja ke gunung itu.





0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
berita unik